Pages

Kumpulan Tugas Sekolah. Powered by Blogger.

Social Icons

Monday, August 19, 2013

TUGAS PENJAS



BAB 1. PENJASKES
A.    PENDIDIKAN

Arti dari pendidikan. Pendidikan yang secara luas dikenal di masyarakat adalah pendidikan dalam arti formal, yaitu pendidikan yang diterima oleh peserta didik melalui pendidik dan biasanya dilakukan pada suatu lembaga atau institusi.
Dengan kata lain, esensi pendidikan (usaha sadar) mengandung makna suatu proses transaksional yang intensional, terjadi di lingkungan (sosial budaya) berstruktur yang disebut sekolah atau sejenisnya.
Secara fenomenologis, Langevelt (1952) mengatakan bahwa pendidikan itu pada hakikatnya (
hakikat pendidikan) merupakan bantuan yang diberikan seseorang kepada orang lain yang sedang berusaha mencapai kedewasaannya dalam arti normatif dengan menggunakan cara berupa alat, bahasa, media.
Pendidik atau lebih dikenal dengan sebutan guru atau dosen adalah orang yang diserahi tanggung jawab mendidik. Orang tua adalah pendidik kodrati. Karena anak merupakan keturunan dari orang tua, orang tua mempunyai tanggung jawab kodrati.
Sebagian dari tugas mendidik, misalnya mengajar tidak dapat dilaksanakan oleh orang tua sehingga sekolah sebagai lembaga formal diserahi tanggung jawab untuk mendidik. Pendidikan sebagai salah satu bagian penting dari proses pembangunan nasional merupakan salah satu sumber penentu dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Tujuan pendidikan di negara kita sudah dijelaskan dalam UUD 1945, ketetapan MPR, Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional dan ketentuan lainnya. Oliva (1984) mengemukakan petunjuk dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan melalui asumsi yang bersumber pada pandangan filsafat.
Perumusan tujuan bertolak dari filsafat suatu bangsa. Bagi Bangsa Indonesia, manusia seutuhnya ialah manusia Pancasila. Bloom (1974) menggunakan taksonomi tujuan pendidikan yang didasarkan pada aspek psikologis. Rumusan tujuan menyangkut tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek psikomotorik dan aspek afektif.
Perlu dipahami pula bahwa di dalam UU RI Nomor 2 Tahun 1989:2 adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan agar dapat berperan di masa yang akan datang.


B.    JASMANI
Kebugaran jasmani merupakan suatu keadaan yang sangat diinginkan oleh setiap orang. Dengan kebugaran jasmani orang akan dapat tampil lebih dinamis dan tercipta produktivitas kerja. Manfaat kebugaran jasmani pada saat ini sudah sangat disadari oleh masyarakat, terbukti dengan berkembangnya pusat-pusat kebugaran dan kegiatan olahraga yang marak diselenggarakan yang kesemuanya berpangkal pada pencarian kebugaran jasmani.

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa kebugaran jasmani sangat penting dimiliki oleh setiap manusia agar dapat menjalankan kegiatannya sehari-hari. Dari hal tersebut muncul suatu pertanyaan.
APAKAH SEBENARNYA YANG DIMAKSUD DENGAN KEBUGARAN JASMANI ITU ?

Di bawah ini akan ada beberapa gambaran yang menjelaskan tentang apa sebenarnya kebugaran jasmani itu.

Menurut Judith Rink dalam Mochamad Sajoto (1988: 43), bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang menyelesaikan tugas sehari-hari dengan tanpa mengalami kelelahan berarti, dengan pengeluaran energi yang cukup besar, guna memenuhi kebutuhan geraknya dan menikmati waktu luang serta untuk memenuhi keperluan darurat bila sewaktu-waktu diperlukan. Djoko Pekik (2004: 2), bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih menikmati waktu luangnya.

Sedangkan menurut Engkos Kosasih (1985: 10), kebugaran jasmani adalah suatu keadaan seseorang yang mempunyai kekuatan (strength), kemampuan (ability), kesanggupan, dan daya tahan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa kelelahan. Rusli Lutan (2002: 7), kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas fisik yang memerlukan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas. Menurut Depdikbud (1997: 4), kebugaran jasmani pada hakekatnya berkenaan dengan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari secara efisien dan efektif dalam waktu yang relatif lama tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, dan masih memiliki tenaga cadangan untuk melaksanakan aktivitas lainnya.

T. Cholik Muthohir (1999) dalam Ismaryati (2006: 40), menyatakan bahwa kebugaran jasmani merupakan kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani merupakan komponen seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas selanjutnya.


C.     OLAHRAGA
Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. 

Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Olahraga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Olahraga dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut dan dapat dilakukan setiap hari. Dengan majunya dunia teknologi memudahkan semua kegiatan sehingga menyebabkan seseorang menjadi kurang bergerak (hypokinetic), seperti penggunaan remote kontrol, komputer, lift dan tangga berjalan, tanpa dimbangi dengan aktifitas fisik yang akan menimbulkan penyakit akibat kurang gerak.

Gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja (sedentary) dan kurang gerak ditambah dengan adanya faktor risiko, berupa merokok, pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit tidak menular, seperti: penyakit jantung, pembuluh darah, tekanan darah tinggi, kencing manis, berat badan lebih, osteoporosis, kanker usus, depresi dan kecemasan. Olahraga telah menjadi bagian hidup dari sebagian besar masyarakat Indonesia, baik di kota besar maupun di pelosok pedesaan.

Orang yang mempunyai gaya hidup tidak merokok, berolahraga secara teratur, dan melakukan kerja fisik, ternyata berpeluang lima kali lebih tinggi terhindar dari penyakit jantung dan stroke daripada yang bergaya hidup sebaliknya. Faktor kegemukan, kurang gerak, riwayat keluarga terkena penyakit kardiovaskular, serta penyakit diabetes mempunyai risiko terkena penyakit jantung koroner empat kali lebih tinggi dibanding yang tidak menderita diabetes.

Pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) bertujuan agar masyarakat terhindar dari penyakit-penyakit tersebut menjadi bergerak agar sehat dan bugar. Oleh karena itu kegiatan aktifitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga perlu menjadi gerakan masyarakat. Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.



A.    KESEHATAN
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.
Kesehatan pada dasarnya tidak dimiliki oleh setiap orang, namun demikian banyak manusia dalam menghabiskan aktifitas hidupnya tidak mau peduli dengan nilai sebuah kesehatan, kesehatan merupakan sebuah nilai harga yang fantastis tinggi, bisa dibilang tidak ada nilai ukur bandingannya dengan harga apapun, anda mungkin punya harta banyak, uang melimpah, rumah bak istana, istri lebih dari 10, namun apabila didera sakit setiap waktu pastilah semuanya tidak ada harganya sama sekali.
Coba tengok saudara-saudara kita yang selama ini berbaring dirumah sakit betapa mereka mengharap sebuah kesembuhan, akan tetapi kita yang dianugerahi nikmat sehat tidak mau bersyukur dengan nikmat sehat tersebut, lantas mengabaikan nilai agung dari nilai kesehatan itu sendiri.
Lalu bagaimana agar kita bisa menikmati nikmat sehat itu sendiri? tidak lain dan tidak bukan dengan menjaga kesehatan tubuh juga membiasakan pola hidup teratur, sehingga kita tetap di limpahi kesehatan sehingga membuat hidup ini lebih bermakna
.




KESIMPULAN

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional.
 
BAB 2. KEBAKARAN
A.    PENGERTIAN KEBAKARAN 
 Yang dimaksud Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kitakehendaki, merugikan pada umumnya sukar dikendalikan (Perda DKI, 1992).Klasifikasi kebakaranYang dimaksud dengan klasifikasi kebakaran adalah penggolongan atau pembagian ataskebakaran berdasarkan pada jenis benda / ahan yang terbakar. Dengan adanya klasifikasikebakaran tersebut diaharapkan akan lebih mudah atau le bih cepat dan lebih tepatmengadakan pemilihan media pemadaman yang akan digunakan untuk melaksanakanpemadaman (Perda DKI, 1992).Menurut Perda DKI (1992) kalsifikasi kebakaran sesuai dengan bahan bakar yang terbakardan bahan pemadaman untuk masing-masing kelas yaitu :a.

Kelas A Temasuk dalam kelas ini adalhan kebakaran pada bahan yang mudah terbakar biasa,misalnya : kertas, kayu, maupun plastic. Cara mengatasinya yaitu bisa denganmenggunakan air untuk menurunkan suhunya sampai di bawah titik penyulutan,serbuk kering untuk mematikan proses pembakaran atau menggunakan halogen untuk memutuskan reaksi berantai kebakaran.b.

Kelas B Kebakaran pada kelas ini adalah yang melibatkan bahan cairan
Combustible dengancairan  flammable, seperti bensin, minyak tanah, dan bahan serupa lainnya. Caramengatasinya dengan bahan foam

Kelas C Kebakaran yang disebabkan oleh listrik yang bertegangan untuk mengatasinya yaitudengan menggunakan bahan pemadaman kebakaran non kondusif agar terhindar darisengatan listrik

Kelas D Kebakaran pada bahn logam yang mudah terbakar seperti titanium, alumunium,magnesium, dan kalium. Cara mengatasinya yaitu powder khusus kelas ini.

Penyebab kebakaran

Bahan yang mudah terbakar- Barang padat, cair atau gas ( kayu, kertas, textil, bensin, minyak,acetelin dll),
2. Panas ( Suhu )- Pada lingkungannya memiliki suhu yang demikian tingginya,(sumber panas dari Sinar Matahari, Listrik (kortsluiting, panas energimekanik (gesekan), Reaksi Kimia, Kompresi Udara)
3. Oksigen ( O2 )- Adanya Zat Asam ( O2 ) yang cukup.Kandungan (kadar) O2ditentukan dengan persentasi (%), makin besar kadar oksigenmaka api akan menyala makin hebat, sedangkan pada kadaroksigen kurang dari 12 % tidak akan terjadi pembakaran api. Dalamkeadaan normal kadar oksigen diudara bebas berkisar 21 %, makaudara memiliki keaktifan pembakaran yang cukup.
Dari ketiga faktor tersebut saling mengikat dengan kondisi yang cukuptersedia. Ketiga faktor tersebut digambarkan dalam bentuk hubungansegitiga kebakaran sebagai berikut :
Perlu diperhatikan apabila salah satu dari sisi dari segita tersebut diatastidak ada, maka tidak mungkin terjadi kebakaran. Jadi setiap kebakaranyang terjadi dapat dipadamkan dengan tiga cara yaitu :
a. Dengan menurunkan suhunya dibawah suhu kebakaran,
b. Menghilangkan zat asam
c. Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar
Jenis dan Macam Alat Pemadam Kebakaran Berdasarkan bahan yang terbakar maka api dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :
1. Api kelas A, yang terbakar bahan padat
2. Api kelas B, yang terbakar bahan cair/gas
3. Api kelas C, yang terbakar melibatkan arus listrik
4. Api kelas D, bahan yang terbakar logamKlasifikasi jenis kebakaran terbuit diatas terbentuk sesudah tahun 1970,sebelumnya hanya kelas A, B, C.




PENCEGAHAN KEBAKARAN

Api kecil jadi sahabat api besar jadi lawan. Kata-kata ini mungkin dulu sering kita dengar tetapi belum tentu benar karena api besar kita butuhkan untuk berbagai keperluan kita yang bermanfaat. Api kecil juga bisa membuat masalah yang tidak dikehendaki jika tidak sesuai dengan pemanfaatan yang kita inginkan.

Agar bangunan seperti rumah, kantor, sekolah, gudang dan lain sebagainya tidak terbakar dan menimbulkan kebakaran, maka diperlukan pencegahan kebakaran dengan tips dan trik mencegah terjadinya kebakaran sebagai berikut :

1. Waspada Rokok

Tidak membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan rokok telah mati total sebelum dibuang ke tempat sampah. Rokok 99% memberikan masalah daripada manfaat, sehingga sebaiknya jangan merokok agar tidak rugi.

2. Waspada Pada Penerang Api

Ketika mati lampu dan menggunakan penerangan api seperti lilin dan lampu tempel semprong / petromak maka jangan pernah lalai untuk mengawasi lampu tersebut dan tidak menaruh di tempat sembarang yang bisa jatuh atau berpindah tempat sehingga bisa membakar benda mudah terbakar yang ada di sekitarnya. Awasi pula penggunaan anti nyamuk bakar.

3. Waspada Anak-Anak dan Lansia

Jauhkan benda-benda yang berapi atau yang dapat mengeluarkan api. Paling tidak ada orang dewasa yang mengawasi seperti bermain korek api, korek gas, kembang api, petasan, obat nyamuk bakar serta benda-benda yang mengeluarkan api dan panas seperti kompor gas, kompor minyak, setrikaan, dispenser air, pemasak nasi, dan lain-lain. Anak-anak sangat berpotensi bertindak ceroboh yang bersifat fatal.

4. Waspada & Rawat Perangkat Listrik dan Perangkat Api

Rawat dengan baik dan rutin kompor gas, setrikaan, mejik jar, solder, kabel-kabel listrik dan perangkat listrik dan api lainnya. Jaringan listrik di rumah, kantor, dll jika sudah usang sebaiknya dilakukan penggantian total dengan mengganti seluruh perangkat jaringan listrik diganti dengan yang berkualitas bagus dan baru demi keamanan dari korsleting listrik (hubungan arus pendek). Hindari mencuri listrik pln agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti misal kesetrum dan konslet listrik.

5. Siapkan Perangkat Pemadam Kebakaran Ringan

Jika bangunan cukup besar gunakan sistem pemadam detektor asap, pemancar air, perangkat penunjang hidup saat kebakaran, hidran, selang penyemprot air, tabung pemadam semprot, dan lain sebagainya. Jangan lupa berikan penyuluhan bagi penghuni bangunan dalam menghadapi bencana kebakaran. Untuk bangunan kecil minimal ada karung yang dapat dibasahi untuk meredam kebakaran ringan / kecil. Siapkan selang panjang atau ember untuk memudahkan menyiram kebakaran dengan air.

6. Melakukan Pembinaan dan Sosialisasi Kebakaran

Berikan penyuluhan kepada seluruh anggota keluarga, pegawai/karyawan kantor, siswa guru sekolah, buruh pabrik, dan sebagainya mengenai penanganan bencana kebakaran yang bisa saja terjadi kapan saja dan di mana saja agar ketika terjadi kebakaran mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan. Beritahu nomor telepon polisi dan pemadam kebakaran lokal dan sentral.

7. Waspada Lingkungan Sekitar

Kebakaran juga bisa akibat dari bangunan sebelah yang terbakar sehingga bangunan kita ikut menjadi korban karena api bisa membesar dan merembet ke mana-mana. Tingkatkan kesadaran bencana kebakaran di lingkungan masyarakat sekitar untuk meminimalisir terjadinya kebakaran di lingkungan sekitar. Waspada juga dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat memperkecil resiko kebakaran merembet dari bangunan sekitar ke bangunan kita.


B.     PERTOLONGAN KEBAKARAN
Yang perlu diperhatikan pertama adalah tingkat luka bakar. Tingkat luka bakar ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan jaringan tubuh. Hal ini akan menentukan tindakan pertama apa yang harus di lakukan. Kali ini kita akan membahas untuk tingkat pertama dan kedua yang merupakan tingkat yang ringan.
Tingkat pertama, luka dimana hanya lapisan kulit luar yang terbakar tetapi tidak seluruh permukaan kulit. Kulit biasanya memerah, bengkak dan kadang-kadang sakit dan tidak mengenai bagian yang vital pada tangan, kaki, wajah, pangkal paha atau pantat.
Tingkat kedua, luka dimana lapisan kulit terluar dan lapisan kedua juga terbakar. Kulit melepuh, merah dan terlihat bernoda. Akan muncul rasa sakit yang luar biasa dan bengkak. Luka tidak lebih lebar dari 7.5 cm dan tidak mengenai bagian vital pada tangan, kaki, wajah, pangkal paha atau pantat.
Untuk kedua tingkat tersebut yang perlu dilakukan adalah :
  1. Mendinginkan bagian yang terbakar, mengaliri dengan air selama 10 – 15 menit, atau merendam di air atau kompres. Hal ini untuk melepaskan panas pada daerah yang bengkak hingga rasa sakit reda. Jangan menaruh es di luka tersebut, jangan menggunakan salep atau mentega dan jangan merusak kulit yang melepuh karena memperbesar potensi terjadi infeksi.
  2. Tutup dengan kain kasa, jangan kapas atau bahan lain yang dapat menyebabkan menempel pada luka, dan tidak terlalu ketat. Sehingga panas tetap dapat keluar tetapi luka tertutup.
  3. Berikan obat pereda nyeri dan sesuaikan dengan korban.
Untuk korban ini biasanya tidak ada perawatan lebih lanjut, hanya saja biasanya terjadi perubahan warna kulit. Tetapi harap beri perhatian khusus apabila terjadi rasa sakit yang meningkat, memerah, demam, bengkak karena dikawatirkan terjadi infeksi. Apabila terjadi infeksi harap segera hubungi paramedis.
Pertolongan pertama ini diharapkan dapat mengurangi rasa sakit dan potensi terjadi luka yang lebih parah.


Kebakaran

















TUGAS PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN




NAMA : 
KELAS : 
NO. ABSEN  
MOTTO :

0 comments:

Post a Comment